#PUTIH
Warna yang satu ini dihasilkan dari Batu Mulia
dari berlian putih, kwarsa yang jernih, mutiara
putih, akik putih yang tranparant dan kalsit, Safir
putih, biduri bulan, biduri laut, moonstone. Warna
dari bebatuan ini memunculkan sumber energi di
bagian kepala (ubun-ubun), cakra tertinggi
( yang ke tujuh ) . Selain itu diyakini menghasilkan
getaran-getaran yang positif untuk membantu
menciptakan harmonisasi, kesembuhan dan
menjaga kesehatan tubuh.
#UNGU
Warna ini meliputi jenis: kecubung (ametis) dan
turmalin ungu. Warna ungu masih berkaitan
dengan kepala sebagai cakra ke tujuh (Cakra
Mahkota). Getaran jenis ini sangat membantu
menumbuhkan ketenangan, mengurangi emosi
yang negatif; lebih banyak menghasilkan getaran
feminin; baik untuk membantu pengembangan
kebatinan yang positif, dan daya stamina tubuh.
#BIRU , BIRU TUA
Warna yang satu ini dihasilkan dari Batu Mulia
safir, turmalin, lapis lazuli, batu-batu yang
berwarna agak biru tua. Getaran warna dan jenis
batu terkait dengan cakra ke enam ( Cakra Adnya
– yang terletak di tengah kening kepala ).
Getaran jenis ini membantu menumbuhkan
kebijaksanaan, mengembangkan intuisi,
memperkuat mata dan telinga, memperkuat daya-
ingat, bahkan membantu meningkatkan kepekaan
terhadap dunia supranatural.
#HIJAU KEBIRU-BIRUAN DAN BIRU MUDA
Warna yang satu ini dihasilkan dari Batu Mulia
pirus, akuamarin, topas biru, malasit biru, kwarsa
yang biru, juga turmalin yang biru. Getaran warna
dan jenis batu ini, berkaitan dengan cakra yang ke
lima (yang terletak di tenggorokan). Pengaruh
getarannya membantu dalam kelancaran
berbicara dan bernyanyi, menyehatkan bagian
leher, tenggorokan, dan bagian bahu. Selain itu
getarannya membantu manusia menjadi lebih
bijaksana.
#HIJAU
Warna yang satu ini dihasilkan dari Batu Mulia
giok, zamrud, malasit hijau, peridot, turmalin,
kalsit yang hijau, mata-kucing yang hijau -hijau
muda, dan Batu Bacan. Warna hijau berkaitan
dengan cakra yang ke empat (yang terletak di
daerah jantung/dada). Getarannya membantu
memperkuat jantung, menumbuhkan kasih-
sayang, menambah kesadaran-materi
(kebendaan) dan memperkuat otot-otot dan
syaraf serta dapat mengurangi emosi yang
menghasilkan energi negatif.
#KUNING DAN KUNING-KEEMASAN
Warna yang satu ini dihasilkan dari Batu Mulia
Topas Kuning, Safir Kuning, Citrin, dan mata-
kucing yang kekuning-kuningan. Warna dan
getarannya berkaitan dengan cakra ke tiga (yang
terletak di dekat pusar). Diyakini getarannya
dapat membantu menambah energi-jantan
( maskulin ), memperkuat vitalitas pria,
memperkuat tubuh secara umum dan membantu
juga pengembangan cakra ke tiga.
#MERAH JINGGA-ORANYE
Warna yang satu ini dihasilkan dari semua jenis
akik (terutama mengarah ke warna oranye), citrin
yang juga mengarah ke warna oranye dan
carnelia. Warna dan jenis ini berkaitan dengan
cakra yang ke dua ( yang terletak sedikit di
bawah pusat/puser ). Pengaruh getarannya
membantu memperkuat daya kemampuan
vitalitas, memperkuat daya-kreatif dan
memperkuat cakra ke dua.
#MERAH JAMBU
Warna yang satu ini dihasilkan dari kwarsa ros,
tourmalin, garnet dan koral, dan batu-batu yang
berwarna merah-jambu.Diyakini getarannya
menambah kehalusan cinta, kehangatan yang
damai dan positif. Selain itu batu-batu ini juga
dapat mempengaruhi cakra yang ke empat, yaitu
daerah jantung.
#MERAH
Warna yang satu ini dihasilkan dari Batu Mulia
mirah siam, ruby, jasper, garnet dan koral. Jenis
ini berkaitan dengan cakra pertama (terletak di
tunggir, bagian “tempat duduk”). Pengaruh
getarannya menumbuhkan hawa-panas,
menambah tenaga tubuh secara keseluruhan
karena mempengaruhi peredaran darah, menjadi
lebih giat bekerja dan membantu “membuka”
cakra pertama.
#COKLAT
Warna yang satu ini dihasilkan dari Batu Mulia
seperti tiger eye, akik, topas coklat, dan jasper
jenis ini bisa dicontohkan batu limau madu, limau
manis. Jenis ini berkaitan dengan paha. Diyakini
getarannya menambah ketenangan, memperkuat
kaki bagian paha dan menjadi “penyalur” tenaga
ke bawah.
#ABU-ABU
Warna yang satu ini dihasilkan dari Batu akik,
mutiara yang abu – abu, dan mata-kucing yang
keabu-abuan, serta badar besi. Getaran warnanya
berkaitan langsung dengan bagian tengah kaki
( betis ). Pengaruh getarannya memperkokoh
kaki, menambah ketabahan dan menjadi
“penyalur” tenaga ke bumi.
#HITAM
Warna yang satu ini dihasilkan dari Batu onyx,
akik, koral hitam, safir hitam, batu wulung, semua
jenis batu yang warnanya hitam kelam. Warna
dan getarannya berkaitan dengan telapak kaki.
Pengaruhnya sangat memperkuat daya-fokus
(ketekunan dalam urusan duniawi), keteguhan,
ketabahan, dan menambah pula ketenangan.
Selain itu menjadi “penyalur” tenaga langsung ke
bumi
Beberapa jenis batu bertuah dan fungsi –
manfaatnya
amber= pemancar daya tarik
american star= pesona dan daya tarik
aquamarin= penyejuk batin dan keluarga
badar lumut=ketenangan batin
badar tolo= kerukunan
badar besi merah=penangkal sial dan tolak bala
batu air=kerukunan keluarga dan rejeki
batu api=ketenangan dan kharisma
batu langgeng= keselamatan dan tolak bala
batu darah= tolak kiriman jahat
biduri bulan=kejernihan batin dan kesabaran
biduri laut= daya tarik lawan jenis
biduri pandan= kesabaran
biduri sepah=semangat hidup
biduri surya= percaya diri dan semangat
black cat eye= ketajaman indera ke enam
black opal=tajam insting dan daya magis
black saphir= tajam insting dan daya pesona
black star =peredam emosi
bulu macan=wibawa kuat dan karir
chrisophrase =kesejukan pikiran
chrisoberyl= ketajaman insting dan pikiran
combong= penarik lawan jenis
fosil kelor= perlindungan dan tolak bala
fosil mani gajah= daya tarik , rejeki, karir
fosil patil lele= mengembalikan ilmu jahat
fosil stigi= sedot racun serangga
garnet=perbanyak relasi
ginggang=terhindar marabahaya
giok= kesejukan batin dan relasi
intan= jernih pikiran dan jiwa
jabarjud= ketenangan jiwa
kaki tiga= jalan puncak karir
kecubung= simpati dan kasih sayang
kecubung es= tenaga prana dan inspirasi
kecubung rambut= relasi dan gairah hidup
kecubung teh= keteduhan jiwa
kecubung wulung= pelebur kiriman jahat
kenanga=gairah hidup dan pesona
kendit= keutuhan rumah tangga
kol buntet=anti santet
kristal alam=tenaga prana dan inspiraso
labrador= ketajaman insting
lapis lazuli= peredam emosi
lirabang=semangat hidup
malakit=penguras stess
manik ringin=peneduh masa
mata dewa= wibawa dan kepemimpinan
meteorit=penyerap energi alam
mustika kelapa=penglaris usaha dan tolak bala
mutiara=kecantikan dan kesuburan
nagasui=membuka rintangan
nefrit=pengurang kebimbangan
obisidian=keseimbangan batin
ongko wolu=kelancaran bisnis
onix hitam = perlindungan bisnis
opal= keceriaaan dan daya tarik
panca warna= karier dan bijaksana
pasir emas=kecantikan dan kesuburan
peridot=kebugaran dan ketenangan
pirit=percaya diri dan ketenangan
pirus daun=murah rejeki
pirus persi=penarik relasi
puser bumi= daya tarik relasi dan bisnis
rose quarts = gairah cinta dan kesuburan
ruby=wibawa dan percaya diri
safir=optimis dan inisiatif
safir kuning= pesona dan daya tarik
sineret=memutuskan kesialan
sitrin=ketajaman insting dan pikiran
sodolanang=menekuk kekuatan lawan
spinel=ketenangan jiwa
suleman madu=percaya diri dan insting
tapak jalak=ketajaman insting
tapak mujur= kemudahan usaha
topaz=peredam emosi
tunjung drajat=kemudahan karir
turmalin= ketegaran dan adaptasi
yahman wulung=pelebur kiriman jahat
yinyang=keseimbangan batin dan waspada
zamrud=kesejukan batin dan suasana
zircon=kejernihan pikiran
Friday, December 6, 2013
khasiat warna pada batu akik
Thursday, December 5, 2013
Batu Akik "LUMUIK" Sungai Dareh Yang Tersohor ( Kab. Dharmasraya )
Batu permata atau batu akik merupakan
suatu bentuk batu dari hasil proses kristalisasi dari beberapa mineral
yang tersimpan di dalam perut atau inti bumi. Dan biasanya batu permata
atau batu akik ini mempunyai suatu kelebihan yaitu berupa aura atau
YONI. Sedangakan arti dari Yoni adalah daya metafisis yang
terpancar.Yoni yang terdapat pada batu permata atau batu akik memang
dianugerahkan oleh Allah, agar kita sebagai makhluk yang diciptakan
paling sempurna, tidak tergantung pada benda-benda apapun termasuk batu
permata atau akik. Karena pada hakikatnya semua kemampuan dan kekuatan
berasal dari Allah.
"Saya
berharap kepada pemerintah kabupaten Dharmasraya, agar batu aki atau
batu hijau lumut Sungai Dareh dapat diberi hak paten dan sebagai ikon
cendramata dari daerah Dharmasraya," pungkasnya.

Batu
Akik atau dikenal dengan batu hijau lumut Sungai Dareh dengan daya
tarik tersendiri, ternyata memiliki harga jual cukup tinggi. Batu aki
ini sangat diminati untuk cincin dan mainan kalung, khususnya untuk kaum
laki laki yang hobi mengoleksi batu giok atau yang di kenal batu cincin
hijau lumut Sungai Dareh Kabupaten Dharmasraya.
Hasil pantauan www.sumbaronline.com
di salah satu tempat pengrajin batu akik di daerah Pulau Punjung
Kabupaten Dharmasraya. Dedi (38), mengatakan, dari dulu hingga sekarang
ini batu lumut dari Sungai Dareh sangat terkenal sekali dan banyak
diminati orang.
Dengan
harga jual yang cukup tinggi dari Rp500.ribu hingga mencapai puluhan
juta perbatu cincinnya dan melihat bentuk batu tersebut yang siap jadi
untuk dipasarkan.
Menurut
Dedi, pertama tama batu aki di cari dasar sungai setelah di dapat batu
di potong menurut ukuran yang dikehendak. Kemudian batu di gerinda dan
dihaluskan menggunakan alat khusus dan berbentuklah sebuah cincin atau
mainan kalung, kemudian siap di pasarkan.
Barang
ini sangat diminati banyak orang yang hobi serta suka ngoleksi batu
tersebut pada waktu waktu tertentu, seperti liburan sekolah dan hari
raya pada umumnya para perantau datang ke tempat kami hanya sekedar
untuk membeli sebagai cinderamata untuk di bawah ke tempat mereka.
Sehingga
barang ini sangat tersohor sekali hingga ke pulau Jawa, Kalimatan
apalagi daerah Medan dan Pekanbaru sering memesan batu ini melalui
internet dan dikirimkan lewat jasa pengiriman, ucap Dedi.
Mustika Kembang Kantil, Batu Mustika Kerejekian
Bunga kantil memiliki tuah untuk meraih ilmu spiritual serta merai kesuksesan lahir dan batin. Setiap orang tidak cukup hanya dengan memohon doa saja, kesadaran spiritual tidak akan bisa di alami secara lahir dan batin tanpa adanya penghayatan akan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari. Bunga kantil juga bermakna adanya tali rasa atau kasih sayang yang mendalam tiada putus.
Mbah Wi, sapaan Akrab spiritualis dari Mojokerto Jawa Timur yang memiliki nama asli Hadi Wijoyo mengatakan bahwa mustika kembang kantil yang asli sangat langka, dan susah didapat. Menurutnya, hanya orang-orang yang mujur saja bisa mendapatkan mustika kembang kantil tersebut. “Sangat langka, hanya mereka yang bernasib mujur saja yang bisa mendapatkan mustika kembang kantil yang asli”. Kata Mbah Wi kepada infomistik di kediamannya, 29/03/2013.
Mbha Wi juga mengatakan bahwa mustika bunga kantil banyak dipalsukan oleh orang-orang tertentu. “Karena langka dan banyaknya orang yang mengingunkanya, maka kesempatan itu dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu, baik dengan tujuan positif maupun negatif”, tambah Mbah Wi.
Ditanya mengenai tujuan pemalsuan yang dikatakan sebagai tujuan postif dan negatif, Mbah Wi mengatakan “ya positif maksudnya ya yang baik, misalnya untuk hiasan atau sebagai media menempatkan asma yang untuk dipakai seseorang yang memerlukannya. Tujuan negatif maksudnya sengaja dibuat untuk tujuan penipuan dan mengeruk keuntungan”, kata Mbah Wi.
“lebih jelasnya begini, misalnya anda datang kepada saya dan minta sesuatu kepada saya untuk tujuan yang baik tentunya, kemudian saya membeli atau membuat benda seperti mustika kembang kantil, lalu mustika kembang kantil tersebut saya isi dengan do’a atau mantra atau asmak. Setelah selesai pengisian, saya serahkan kepada anda barang tersebut, untuk anda pakai. Sedangkan tujuan negatif misalnya saya mendengar banyak yang mencari atau membeli mustika kembang kantil, lalu saya membuat atau membeli mustika kembang kantil itu, lalu saya umumkan atau saya beritahukan kepada siapapun pada umumnya dan kepada yang mencari pada khususnya bahwa saya memiliki mustika kembang kantil yang akan saya jual, nah ini yang saya maksud dengan tujuan positif dan negtif”, kata Mbah Wi.
Mengenai manfaatnya, menurut Mbah Wi, , salah seo Menarik datangnya rezeki dari berbagai arah, pelaris dagangan dan usaha apa saja serta mempelancarkan segala usaha, mempercepat penjualan tanah, rumah,toko,gedung, dll. membawa hokki dan keberuntungan dalam hidup, memudahkan datangnya jodoh,keharmonisan asmara dan rumah tangga, untuk pengobatan berbagai penyakit membawa ketentraman dan kebahagiaan dalam rumah tangga, dll,
Mengenai asal-usul mustika bunga kantil yang dimilikinya, Mbah Wi mengatakan bahwa benda mustika kembang kantil yang ia milikinya. “ini pemberian salah seorang guru saya mas”, pungkas Mbah Wi”. (AH
Mustika Lipan, Batu Mustika untuk Tembus Pandang
Mustika Lipan, Batu Mustika untuk Tembus Pandang, Kesehatan, Kekebalan, pelarisan dan Pengasihan
Yogyakarta-IM.
Nusantara Bertuah. Itulah kata yang tepat buat Bumi Nusantara
tercinta. Berbagai benda bertuah bertebaran di seantero Nusantara,
salah satunya adalah Mustika Lipan. Mustika Lipan adalah batu bertuah
yang berukuran kecil, sebesar biji kacang hijau, berbentuk bulat
berwarna merah kecoklatan, tembus cahaya dengan efek inden warna merah
kecoklatan seperti layaknya darah yang membeku, tembus oleh cahaya.
Mustika Lipan ini sering disebut juga dengan nama Mustika Nabi Nuh.
Konon, Mustika Lipan ini di ambil dari mulut Sang Raja Lipan yang mati tua atau mati ngurak. Berbagai sumber menyebutkan bahwa proses terbentuknya Mustika Lipan adalah berasal dari liur Sang Raja Lipan yang mengeras dan kemudian membatu, dan pengerasan air liur lipan ini terjadi di atas kepala raja lipan. Mustika lipan dapat memancarkan cahaya di dalam gelap.
Lipan adalah hewan yang berbisa yang mempunyai banyak kaki. Meskipun Raja Lipan sudah mati, namun untuk dapat mengambil mustika sangat sulit, dan jika di ambil secara paksa maka tidak akan memiliki daya kemampuan magis atau tuah sehingga tak ubahnya seperti butiran batu biasa. Maka untuk mengambil Mustika Lipan dari bangkai Raja Lipan diperlukan cara tersendiri.
Menurut Ki Djarwo (45 thn), spiritualis ahli mustika asal Yogyakarta, untuk dapat mengetahui keaslian Mustika Lipan tidaklah sulit, yaitu dengan cara memegang batu Mustika Lipan tersebut. Jika pemegang merasakan ada lipan merayap di tangan atau terasa getaran dan terasa gigitan, maka batu mustika lipan tersebut adalah hidup atau bertuah, namun jika tidak merasakan apa-apa, maka batu tersebut adalah mati atau tidak bertuah. Menurut Ki Djarwo, pada umumnya batu mustika lipan berwarna merah kecoklatan.
Benda mustika adalah suatu benda yang memilki nilai tersendiri yang sarat dengan muatan kekuatan gaib, adapun bentuk dan terbentuknya asli dariproses alam, bukan dibentuk oleh manusia dan isi gaibnya. Benda mustika ini di temukan dari alam nyata manusia. Kegaiban dari sebuah mustika sebagai pegangan yang dapat memberikan tuah tersendiri, terutama yang berfungsi untuk berbagai keperluan khusus dan juga dapat disugestikan untuk membantu dalam hal lain.
Tuah dari benda mustika tidak hanya untuk si pemiliknya sendiri, melainkan tuah dari benda ini dapat berpengaruh oleh orang lain jika mereka saling bersentuhan dan si pembawa bendanya berniat menyelamatkan mereka semua, Kekuatan tuahnya memiliki rasa sendiri-sendiri, sehingga energi kekuatan gaib di dalam benda mustika tersebut dan tuah berasal daripadanya akan sesuai dengan sifat dari masing-masing batunya. Dalam di dunia keilmuan gaib tuah dari berbagai benda yang berkekuatan gaib dapat dirubah atau ditambahkan fungsinya, tergantung kemampuan masing-masing orang dalam mengsugesti kemampuan gaib benda tersebut.
Menurut Ki Djarwo, Mustika Lipan memiliki tuah sebagai sarana untuk :
Konon, Mustika Lipan ini di ambil dari mulut Sang Raja Lipan yang mati tua atau mati ngurak. Berbagai sumber menyebutkan bahwa proses terbentuknya Mustika Lipan adalah berasal dari liur Sang Raja Lipan yang mengeras dan kemudian membatu, dan pengerasan air liur lipan ini terjadi di atas kepala raja lipan. Mustika lipan dapat memancarkan cahaya di dalam gelap.
Lipan adalah hewan yang berbisa yang mempunyai banyak kaki. Meskipun Raja Lipan sudah mati, namun untuk dapat mengambil mustika sangat sulit, dan jika di ambil secara paksa maka tidak akan memiliki daya kemampuan magis atau tuah sehingga tak ubahnya seperti butiran batu biasa. Maka untuk mengambil Mustika Lipan dari bangkai Raja Lipan diperlukan cara tersendiri.
Menurut Ki Djarwo (45 thn), spiritualis ahli mustika asal Yogyakarta, untuk dapat mengetahui keaslian Mustika Lipan tidaklah sulit, yaitu dengan cara memegang batu Mustika Lipan tersebut. Jika pemegang merasakan ada lipan merayap di tangan atau terasa getaran dan terasa gigitan, maka batu mustika lipan tersebut adalah hidup atau bertuah, namun jika tidak merasakan apa-apa, maka batu tersebut adalah mati atau tidak bertuah. Menurut Ki Djarwo, pada umumnya batu mustika lipan berwarna merah kecoklatan.
Benda mustika adalah suatu benda yang memilki nilai tersendiri yang sarat dengan muatan kekuatan gaib, adapun bentuk dan terbentuknya asli dariproses alam, bukan dibentuk oleh manusia dan isi gaibnya. Benda mustika ini di temukan dari alam nyata manusia. Kegaiban dari sebuah mustika sebagai pegangan yang dapat memberikan tuah tersendiri, terutama yang berfungsi untuk berbagai keperluan khusus dan juga dapat disugestikan untuk membantu dalam hal lain.
Tuah dari benda mustika tidak hanya untuk si pemiliknya sendiri, melainkan tuah dari benda ini dapat berpengaruh oleh orang lain jika mereka saling bersentuhan dan si pembawa bendanya berniat menyelamatkan mereka semua, Kekuatan tuahnya memiliki rasa sendiri-sendiri, sehingga energi kekuatan gaib di dalam benda mustika tersebut dan tuah berasal daripadanya akan sesuai dengan sifat dari masing-masing batunya. Dalam di dunia keilmuan gaib tuah dari berbagai benda yang berkekuatan gaib dapat dirubah atau ditambahkan fungsinya, tergantung kemampuan masing-masing orang dalam mengsugesti kemampuan gaib benda tersebut.
Menurut Ki Djarwo, Mustika Lipan memiliki tuah sebagai sarana untuk :
- Menyelaraskan kondisi fisik dan mental
- Penawar segala bisa dari binatang buas dan berbisa,
- Menghilang atau agar pemiliknya tidak dapat di lihat orang lain,
- Membantu memberi isyarah untuk mengetahui perkara yang tersembunyi melalui khodam yang menjaga mustika baik melalui penglihatan atau bisikan di telinga yang memberitahu perkara yang tersembunyi walaupun pemiliknya tidak melihatnya,
- Tembus pandang, yakni melihat benda dalam wadah tertutup,
- Meningkatkan kepekaan perasaan,
- Mendatangkan benda-benda yang beryoni atau bertuah tinggi,
- Menarik uang dan harta,
- Kekebalan dari segala senjata tajam dan senjata api,
- Memudahkan datangnya rezeki.
- Pelarisan usaha,
- Pengasihan atau memmancarkan aura luar biasa sehingga yang melihat anda akan terpikat.
- Melihat alam ghaib.
Menyingkap Tabir Misteri Mustika Merah Delima
Mustika Merah Delima dalam Segelas Air
Gresik-IM.
Selama ini kita sering mendengar kisah-kisah tentang kehebatan Mustika
Mirah Delima, yang katanya bila batu dimasukkan ke dalam air bisa
tembus cahayanya hingga beberapa gelas. Semakin banyak gelas yang
terkena bias warna merahnya, maka diyakini semakin ampuh tuah sang batu,
dan tentunya harganya pun semakin terdongkrak. Kali ini tim infomistik
mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kehebatan batu merah delima
yang dimiliki oleh mas Totok, salah seorang warga Gresik. Ia
mendapatkan batu mustika merah delima ini dari almarhum gurunya yaitu
almarhum Kyai Toha.
Tim Infomistik beranggotakan 3 orang datang menemui mas Totok di kediamannya, di Gresik Jawa Timur.
“Kebetulan saat ini Mirah Delima ini sedang pulang. Soalnya kadang ia pergi, saya tidak tahu kemana perginya, kadang pergi kadang datang,” kata Mas Totok sambil memperlihatkan Mirah Delima yang hanya sebesar biji kedelai, tanpa diikat apapun.
Pertama-tama
mas Totok mengambil gelas berisi air putih, kemudian mustika Batu Mirah
Delima itu dimasukkan ke dalam gelas tersebut. Lalu mas Totok diam
berkonsentrasi sejenak, seperti meditasi, untuk berdialog dengan khodam
batu tersebut. Tak lama kemudian terjadi keganjilan, batu itu tiba-tiba
seperti zat warna yang terkena air memendar, dan tahu-tahu warna merah
naik ke atas dan melingkar, terlihat seperti bendera merah putih.
Selanjutnya mas Totok memerintahkan agar khodam mustika Mirah Delima itu untuk merubah warna, yakni bening, merah, bening dan merah. Ya, air dalam gelas berubah sesuai dengan perintah mas Totok. Kami semua terkesima, sebuah benda mati mampu melakukan perintah pemiliknya yaitu merubah warna air dari bening ke merah dan dari merah ke bening.
Peragaan kemudian dilanjutkan. Salah satu anggota tim Infomistik yaitu mas Asyhar diminta untuk memegang mustika Mirah Delima, lalu mas Totok berkata “Bila tersentuh tangan manusia, hanya 5 menit saja paling lama, bentuk materi mustika ini akan berubah menjadi de-materi.”
Dan ternyata itu benar, setelah 5 menit berada di atas telapak tangan mas Asyhar, tiba-tiba batu merah delima itu berubah menjadi semacam asap, dan seluruh ruang tamu mas Totok berubah menjadi merah semua. lalu tak lama kemudian warna merah itu lama-lama hilang dan berbentuk batu Mirah Delima lagi yang hanya sebesar biji kedelai.
Mas Totok mengatakan bahwa mustika Mirah Delima ini meskipun ukurannya kecil, cuma sebesar biji kedelai, seorang paranormal dari negeri Jiran Malaysia pernah menawar dengan mas kawin Rp. 5 milyar tetapi mas Totok tidak memberikannya.
“Mustika seperti ini tidak bisa diperjualbelikan, percuma saja, akan mukso mas,” kata Mas Totok kepada infomistik.
Yang membedakan batu Mirah Delima dengan mustika Merah Delima salah satunya menurut kitab kuno Selo Pepelikan adalah dikatakan bahwa batu Mirah Delima yang tulen (asli) berwarna merah seperti buah delima. Dan bisa jadi bila mustika batu tersebut sudah pernah jadi milik orang lain yang Linuwih, seperti Raja Gung Binathara, orang-orang suci semacam Wali, Aulia, dll.
Cara praktis untuk menguji keaslian batu mustika ini, bagi orang awam cukup dimasukkan dalam gelas akan memancarkan warna semburat kemerahan. Khasiat secara umum, adalah: ora tedas tapak palune padde (kebal), yang memiliki akan ditinggikan derajatnya.
Sayangnya, mustika Mirah Delima ini bisa hilang dengan sendirinya kalau yang merawat gegabah, kotor serta memiliki niat yang buruk, suka zinah dan sebagainya.
Menurut sejarah gaib, awal terciptanya Mirah Delima dari pusarnya Shang Hyang Wisnu yang tumbuh bunga tunjung (teratai). Dari tunjung inilah keluar Shang Hyang Brama, yang kemudian menciptakan jagad raya dengan segala isinya.
Yang perlu diwedar disini kata ‘puser’ yang secara arti harfiah adalah udel (pusar), tetapi yang sebenarnya adalah inti (teleng), lajer (pokok), baku, tuk (sumber), atau babon (induk). Bunga Tunjung, ya, teratai yang juga disebut Taratya, padma, sinjanu, sarasedya, surajaweh, samawi dan kumuda, yang semua itu merupakan rangkaian terjadinya pralampitaning gesang (perlambang hidup).
Dari sinilah Hyang Brama merupakan perlambang Makartining Gesang. Sedang Shang Hyang Wisnu kemudian bergelar Padmanaba atau Pusar Bunga Teratai, yang berarti membuahkan kehidupan (Makartining Gesang). Loro-ning-atunggal (dua tapi satu) senyatanya hidup ada di rasa karena hidup. Ibaratnya madu dan manisnya, matahari dan sinarnya.
Menurut legenda di Sri Lanka, batu Mirah Delima atau Ruby tergolong pada corundum minerals (korund), kerasnya 9, B.J 3.99-4.0. Kata Ruby mulanya berasal dari kata latin ‘ruber’ yang berarti merah. Jika disinarkan dengan cahaya 1 watt ultraviolet akan bercahaya pijar. Jika dipanaskan sampai 1000 celcius, karena terbentuknya batu ini memilih tempat tepat lurus garis lini, yang disebut Aquator atau khatulistiwa. Dan batu Mirah Delima paling banyak ditemukan di tanah Fir’aun (Mesir) dan sekitarnya di Benua Hitam, Afrika.
Mirah Delima senyatanya memang tersusun mengandung zatnya Sang Bagaskara (matahari) yang sangat banyak, sebab terjadinya selalu disinari oleh Shang Hyang Sewangkara, sebab memang tempatnya di Equator. Tergolong selo pepelikan yang keras, hanya di bawah intan.
Di bumi Nusantara, khususnya Jawa dan Bali, mustika Mirah Delima banyak ditemukan di bekas reruntuhan keraton, misalnya bekas keraton Majapahit atau keratorn pelarian Brawijaya Gunung Lawu (Argo Dumilah). Khasiatnya bisa digunakan untuk menyembuhkan sakit parah, muntah darah, penyakit yang berasal dari Black Magic, dll serta sebagai pepeling (peringatan/warning leluhur) jangan memakai batu yang retak-retak, buruk efeknya. Wallahu A’lamu Bisshawab.
Tim Infomistik beranggotakan 3 orang datang menemui mas Totok di kediamannya, di Gresik Jawa Timur.
“Kebetulan saat ini Mirah Delima ini sedang pulang. Soalnya kadang ia pergi, saya tidak tahu kemana perginya, kadang pergi kadang datang,” kata Mas Totok sambil memperlihatkan Mirah Delima yang hanya sebesar biji kedelai, tanpa diikat apapun.
Selanjutnya mas Totok memerintahkan agar khodam mustika Mirah Delima itu untuk merubah warna, yakni bening, merah, bening dan merah. Ya, air dalam gelas berubah sesuai dengan perintah mas Totok. Kami semua terkesima, sebuah benda mati mampu melakukan perintah pemiliknya yaitu merubah warna air dari bening ke merah dan dari merah ke bening.
Peragaan kemudian dilanjutkan. Salah satu anggota tim Infomistik yaitu mas Asyhar diminta untuk memegang mustika Mirah Delima, lalu mas Totok berkata “Bila tersentuh tangan manusia, hanya 5 menit saja paling lama, bentuk materi mustika ini akan berubah menjadi de-materi.”
Dan ternyata itu benar, setelah 5 menit berada di atas telapak tangan mas Asyhar, tiba-tiba batu merah delima itu berubah menjadi semacam asap, dan seluruh ruang tamu mas Totok berubah menjadi merah semua. lalu tak lama kemudian warna merah itu lama-lama hilang dan berbentuk batu Mirah Delima lagi yang hanya sebesar biji kedelai.
Mas Totok mengatakan bahwa mustika Mirah Delima ini meskipun ukurannya kecil, cuma sebesar biji kedelai, seorang paranormal dari negeri Jiran Malaysia pernah menawar dengan mas kawin Rp. 5 milyar tetapi mas Totok tidak memberikannya.
“Mustika seperti ini tidak bisa diperjualbelikan, percuma saja, akan mukso mas,” kata Mas Totok kepada infomistik.
Yang membedakan batu Mirah Delima dengan mustika Merah Delima salah satunya menurut kitab kuno Selo Pepelikan adalah dikatakan bahwa batu Mirah Delima yang tulen (asli) berwarna merah seperti buah delima. Dan bisa jadi bila mustika batu tersebut sudah pernah jadi milik orang lain yang Linuwih, seperti Raja Gung Binathara, orang-orang suci semacam Wali, Aulia, dll.
Cara praktis untuk menguji keaslian batu mustika ini, bagi orang awam cukup dimasukkan dalam gelas akan memancarkan warna semburat kemerahan. Khasiat secara umum, adalah: ora tedas tapak palune padde (kebal), yang memiliki akan ditinggikan derajatnya.
Sayangnya, mustika Mirah Delima ini bisa hilang dengan sendirinya kalau yang merawat gegabah, kotor serta memiliki niat yang buruk, suka zinah dan sebagainya.
Menurut sejarah gaib, awal terciptanya Mirah Delima dari pusarnya Shang Hyang Wisnu yang tumbuh bunga tunjung (teratai). Dari tunjung inilah keluar Shang Hyang Brama, yang kemudian menciptakan jagad raya dengan segala isinya.
Yang perlu diwedar disini kata ‘puser’ yang secara arti harfiah adalah udel (pusar), tetapi yang sebenarnya adalah inti (teleng), lajer (pokok), baku, tuk (sumber), atau babon (induk). Bunga Tunjung, ya, teratai yang juga disebut Taratya, padma, sinjanu, sarasedya, surajaweh, samawi dan kumuda, yang semua itu merupakan rangkaian terjadinya pralampitaning gesang (perlambang hidup).
Dari sinilah Hyang Brama merupakan perlambang Makartining Gesang. Sedang Shang Hyang Wisnu kemudian bergelar Padmanaba atau Pusar Bunga Teratai, yang berarti membuahkan kehidupan (Makartining Gesang). Loro-ning-atunggal (dua tapi satu) senyatanya hidup ada di rasa karena hidup. Ibaratnya madu dan manisnya, matahari dan sinarnya.
Menurut legenda di Sri Lanka, batu Mirah Delima atau Ruby tergolong pada corundum minerals (korund), kerasnya 9, B.J 3.99-4.0. Kata Ruby mulanya berasal dari kata latin ‘ruber’ yang berarti merah. Jika disinarkan dengan cahaya 1 watt ultraviolet akan bercahaya pijar. Jika dipanaskan sampai 1000 celcius, karena terbentuknya batu ini memilih tempat tepat lurus garis lini, yang disebut Aquator atau khatulistiwa. Dan batu Mirah Delima paling banyak ditemukan di tanah Fir’aun (Mesir) dan sekitarnya di Benua Hitam, Afrika.
Mirah Delima senyatanya memang tersusun mengandung zatnya Sang Bagaskara (matahari) yang sangat banyak, sebab terjadinya selalu disinari oleh Shang Hyang Sewangkara, sebab memang tempatnya di Equator. Tergolong selo pepelikan yang keras, hanya di bawah intan.
Di bumi Nusantara, khususnya Jawa dan Bali, mustika Mirah Delima banyak ditemukan di bekas reruntuhan keraton, misalnya bekas keraton Majapahit atau keratorn pelarian Brawijaya Gunung Lawu (Argo Dumilah). Khasiatnya bisa digunakan untuk menyembuhkan sakit parah, muntah darah, penyakit yang berasal dari Black Magic, dll serta sebagai pepeling (peringatan/warning leluhur) jangan memakai batu yang retak-retak, buruk efeknya. Wallahu A’lamu Bisshawab.
Mustika Batu Merah Delima, Ratu Batu Mustika Nan Indah Menawan
“Cara praktis untuk menguji keaslian batu mustika merah delima cukup sederhana, cukup dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air dan akan memancarkan warna semburat kemerahan seakan merubah warna air menjadi merah delima.” Kata Ki Fatah, 56 th, warga Tangerang, pemegang dan penjaga batu mustika merah delima kepada infomstik, 04/02/2013.
“Khasiat secara umum, adalah yang memiliki akan ditinggikan derajatnya”. Tuturnya pada InfoMistik. “ Sayangnya, mustika Mirah Delima ini bisa hilang dengan sendirinya kalau yang merawat gegabah, kotor serta memiliki niat yang buruk”. Imbuh Ki Fatah. Sebenarnya, Ki Fatah juga memiliki keinginan untuk bisa memiliki sepunuhnya mustika merah delima yang dipegang dan dijaganya itu “sebenarnya saya ingin memiliki sepenuhnya mustika ini, tapi yah karena ini Hak Yang Mahakuasa, saya hanya menyambut dan menjaganya saja ketika mustika ini datang kepada saya” tambahnya.
Segalanya pasti memiliki sejarah dari apa yang kita bisa lihat sekrang ini, seperti halnya Merah Delima yang ternyata konon memiliki sejarah yang memilukan.
Menurut Ki Fatah kalau mustika Mirah Delima ini sejatinya adalah putra Prabu Brawijaya VII, atau Brawijaya Pamungkas, yang lahir dari Garwa Ampilan atau Selir saat dalam pelarian dari Majapahit menuju ke Gunung Lawu. Sayangnya, bayi dalam kandungan ini lahir sebelum waktunya atau orang Jawa bilang ‘keguguran’. Makanya oleh Prabu Brawijaya Pamungkas yang waskita ing batin diberi nama Raden Segugur atau sering disebut saja Raden Gugur. Dia juga yang disebut sebagai Kanjeng Sunan Lawu Bagus, yang juga memiliki nama Khanjeng Kyai Paser Dewo Geni. Demikian, khodam di mustika Mirah Delima ini juga bernama Kanjeng Kyai Paser Dewo Geni.
Yang membedakan batu Mirah Delima dengan mustika Merah Delima salah satunya menurut kitab kuno Selo Pepelikan adalah dikatakan bahwa batu Mirah Delima yang tulen (asli) berwarna merah seperti buah delima. Dan bisa jadi bila mustika batu tersebut sudah pernah jadi milik orang lain yang Linuwih, seperti Raja Gung Binathara, orang-orang suci semacam Wali, Aulia.
Seperti yang InfoMistik himpun dari sejarah Menurut legenda di Sri Lanka, batu Mirah Delima atau naman lainnya Ruby tergolong pada corundum minerals (korund), kerasnya 9, B.J 3.99-4.0. Kata Ruby mulanya berasal dari kata latin ‘ruber’ yang berarti merah. Jika disinarkan dengan cahaya 1 watt ultraviolet akan bercahaya pijar. Jika dipanaskan sampai 1000 celcius, karena terbentuknya batu ini memilih tempat tepat lurus garis lini, yang disebut Aquator atau khatulistiwa. Dan batu Mirah Delima paling banyak ditemukan di tanah Fir’aun (Mesir) dan sekitarnya di Benua Hitam, Afrika.
Mirah Delima senyatanya memang tersusun mengandung zatnya Sang Bagaskara (matahari) yang sangat banyak, sebab terjadinya selalu disinari oleh Shang Hyang Sewangkara, sebab memang tempatnya di Equator. Tergolong ‘selo pepelikan’ yang keras, hanya saja tingkat kekerasannya masih di bawah intan.
Kembali legenda Sri Lanka, beberapa kilometer dari bukit karang yang setelah bercabang-cabang menjadi sungai-sungai kecil. Sungai itu kemudian membasahi ladang-ladang di wilayah Amaole, sehingga daerah ini menjadi subur makmur. Suatu hari Bathara Syiwa menyeberangi sungai kecil yang berair jernih ini, sayang tangannya tergores batu karang hingga berdarah. Titik –titik darah ini jatuh di atas pasir-pasir di tepi kali dan menjadi batu Mirah Delima.
Di bumi Nusantara, khususnya Jawa dan Bali, mustika Mirah Delima banyak ditemukan di bekas reruntuhan keraton, umpamanya bekas keraton Majapahit. Keraton pelarian Brawijaya Gunung Lawu (Argo Dumilah) seperti milik Ki Fatah. Khasiatnya bisa digunakan untuk menyembuhkan sakit parah, muntah darah, penyakit yang berasal dari Unsur mistik yang hitam, dll. Wallahu a’lam (SB)
Mustika Batu Merah Delima, Batu Ajaib dan Menakjubkan
Pasuruan-IM. Mustika Batu Merah Delima,
kisah kehebatannya membahana ke seantero jagad. Mustika Batu Merah
Delima adalah sejenis batu berwarna merah delima yang dapat memancarkan
warna merah. Banyak kolektor benda pusaka yang memburu mustika batu
merah delima ini karena keampuhan serta khasiatnya yang luar biasa. Kali
ini mata batin info mistik mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan
beberapa kehebatan mustika batu merah delima. Konon, mustika batu
merah delima ini harganya mencapai milyaran rupiah.
Ketika tim mata batin info mistik menanyakan tentang kemampuan mustika batu merah delima yang bisa memancarkan warna merah dari dalam gelas sampai beberapa gelas, dan semakin banyak gelas yang terkena bias warna merahnya, maka diyakini semakin ampuh tuah sang batu, dan tentunya harganya pun semakin terdongkrak, Gus Ishom hanya tersenyum dan berkata “ya kalau Cuma seperti itu biasa saja, bahkan lebih dari itu”.
Kali ini tim info mistik yang kali ini datang bertiga mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan beberapa kehebatan dari batu mustika merah delima milik Gus Ishom. Oleh Gus Ishom, Tim Mata Batin Info Mistik diajak masuk ke sebuah ruangan kosong yang bersih tanpa adanya perabotan tamu seperti meja dan kursi atau sofa layanya ruang tamu. Kami dipersilakan duduk bersila di atas permadani merah. Tak lama setelah kami duduk, suguhan berupa beberapa gelas kopi panas dan makanan kecilpun datang dibawakan oleh seorang khadam (pelayan-red) dan dihidangkan kepada kami, dengan ramah Gus Ishom mempersilakan kami menikmat hidangan yang ada. “ruangan ini adalah ruangan yang biasa kami gunakan untuk menerima tamu-tamu khusus, dan anda-anda sekalian adalah tamu khusus bagi saya”, kata Gus Ishom membuka pembicaraan di ruangan khusus itu. Kami pun mengucapkan banyak terima kasih atas penerimaan dan sambutan Gus Ishom kepada kami.
Setelah sedikit berbincang, tak lama kemudian Gus Ishom mengeluarkan sebuah bungkusan kain putih dari dalam saku bajunya, lalu membuka bungkusan tersebut yang ternyata isinya adalah sebuah kotak kecil. Gus isom alu membuka kotak kecil itu yang isinya adalah sebuah guci kecil. Dengan khidmat Gus Ishom memegang guci kecil itu dan diletakkannya di atas kain putih pembungkus kotak yang lebarnya selebar sapu tangan. Kami mempehatikan setiap gerakan Gus Ishom dengan seksama. Bibir Gus Ishom bergerak seperti membaca sesuatu, lalu Gus Ishom menuangkan guci kecil dengan perlahan di atas kain putih, kemudian keluarlah benda merah sebesar biji delima dari dalam guci itu. “inilah mustika batu merah delima yang anda maksud yang ada pada saya. Ini bukan milik saya, saya hanya dititipi saja untuk merawatnya”. Kata Gus Ishom.
Lalu Gus Ishom memasukkan mustika batu merah delima itu ke dalam sebuah gelas yang terisi air, dan air dalam gelas itu langsung berwarna merah seperti air syrup. “Coba sekarang anda buka kran yang ada di wastafel itu”, kata Gus Ishom kepada Mukhlishin, salah satu anggota Tim. Mukhlishinpun menuju wastafel yang ada di ruangan itu, “Subhanallaah” teriak Mukhlshin kaget karena begitu dibuka, mengalir air berwarna merah delima, dan Mukhlishin segera menutup kembali kran wastafel. “Sekarang coba anda lihat air di bak kamar mandi itu”, kata Gus Ishom lagi, lalu Mukhlishin berjalan ke kamar mandi dan membuka pintu kamar mandi itu, “Airnya merah” teriak Mukhlishin. Kamipun semua melihat air yang merah di bak kamar mandi itu”.
“ya jangankan yang di gelas, kalau batu mustika merah delima ini dibuka, air dalam rumah ini semua jadi merah” kata Gus Ishom.
Lalu Gus Ishom menuangkan air yang sudah direndami mustika batu merah delima itu ke dalam tiga gelas yang masih kosong. “silakan diminum, kalau tidak mau ya tidak apa-apa kok” kata Gus Ishom kepada kami. Dengan niatan menghormati Tuan Rumah yang baik ini, kami bertiga pun meminum air yang berwarna merah tersebut. Kemudian Gus Ishom memasukkan kembali mustika batu merah delima ke dalam guci kecil itu dan memasukkan kembali ke dalam kotak serta membungkusnya kembali.
“Fin, kamu ke sini bawa silet baru” kata Gus Ishom memanggil khadamnya yang bernama Arifin, lalu Arifinpun segera menghadap. “Kamu potong rambut mas-mas ini dengan silet itu” perintah Gus Ishom kepada Arifin. “Inggih Gus”, jawab Arifin, dan arifinpun mendekat kepada kami . Satu persatu rambut kami dipotong dengan silet. Sekali tidak putus, dua kali tidak putus, dan tiga kali juga tidak putus. Cukup Menakjubkan.
“mustika batu merah delima ini, dengan izin Allah bisa membuat orang kebal senjata tajam, walaupun hanya dengan meminum airnya saja, apalagi membawanya.” kata Gus Ishom. “apa yang saya tunjukkan ini bukan untuk pamer-pamer ya, ini kita untuk melihat salah satu kekuasaan Allah atas barang ini.” Tambahnya.
Ditanya mengenai kebenaran kabar bahwa mustika batu merah delima bsa dgunakan untuk mengambil uang secara gaib, Gus Ishom tertawa “haha, bagamana ya, sebenarnya sih bisa saja orang memanfaatkan untuk hal-hal begitu, tapi semuanya tergantung orang yang memegangnya, mampu memerintahkan atau tidak, dan itu tidak mudah”. Kata Gus Ishom.
Ditanya mengenai siapa pemilik mustika batu merah delima ini, “ada, sebenarnya anda semua kenal, dia kawan seperguruan saya tapi karena tidak mau berurusan dengan begini-begini, barang ini dititipkan kepada saya”. Wallahu A’lam (AS).
Ketika tim mata batin info mistik menanyakan tentang kemampuan mustika batu merah delima yang bisa memancarkan warna merah dari dalam gelas sampai beberapa gelas, dan semakin banyak gelas yang terkena bias warna merahnya, maka diyakini semakin ampuh tuah sang batu, dan tentunya harganya pun semakin terdongkrak, Gus Ishom hanya tersenyum dan berkata “ya kalau Cuma seperti itu biasa saja, bahkan lebih dari itu”.
Kali ini tim info mistik yang kali ini datang bertiga mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan beberapa kehebatan dari batu mustika merah delima milik Gus Ishom. Oleh Gus Ishom, Tim Mata Batin Info Mistik diajak masuk ke sebuah ruangan kosong yang bersih tanpa adanya perabotan tamu seperti meja dan kursi atau sofa layanya ruang tamu. Kami dipersilakan duduk bersila di atas permadani merah. Tak lama setelah kami duduk, suguhan berupa beberapa gelas kopi panas dan makanan kecilpun datang dibawakan oleh seorang khadam (pelayan-red) dan dihidangkan kepada kami, dengan ramah Gus Ishom mempersilakan kami menikmat hidangan yang ada. “ruangan ini adalah ruangan yang biasa kami gunakan untuk menerima tamu-tamu khusus, dan anda-anda sekalian adalah tamu khusus bagi saya”, kata Gus Ishom membuka pembicaraan di ruangan khusus itu. Kami pun mengucapkan banyak terima kasih atas penerimaan dan sambutan Gus Ishom kepada kami.
Setelah sedikit berbincang, tak lama kemudian Gus Ishom mengeluarkan sebuah bungkusan kain putih dari dalam saku bajunya, lalu membuka bungkusan tersebut yang ternyata isinya adalah sebuah kotak kecil. Gus isom alu membuka kotak kecil itu yang isinya adalah sebuah guci kecil. Dengan khidmat Gus Ishom memegang guci kecil itu dan diletakkannya di atas kain putih pembungkus kotak yang lebarnya selebar sapu tangan. Kami mempehatikan setiap gerakan Gus Ishom dengan seksama. Bibir Gus Ishom bergerak seperti membaca sesuatu, lalu Gus Ishom menuangkan guci kecil dengan perlahan di atas kain putih, kemudian keluarlah benda merah sebesar biji delima dari dalam guci itu. “inilah mustika batu merah delima yang anda maksud yang ada pada saya. Ini bukan milik saya, saya hanya dititipi saja untuk merawatnya”. Kata Gus Ishom.
Lalu Gus Ishom memasukkan mustika batu merah delima itu ke dalam sebuah gelas yang terisi air, dan air dalam gelas itu langsung berwarna merah seperti air syrup. “Coba sekarang anda buka kran yang ada di wastafel itu”, kata Gus Ishom kepada Mukhlishin, salah satu anggota Tim. Mukhlishinpun menuju wastafel yang ada di ruangan itu, “Subhanallaah” teriak Mukhlshin kaget karena begitu dibuka, mengalir air berwarna merah delima, dan Mukhlishin segera menutup kembali kran wastafel. “Sekarang coba anda lihat air di bak kamar mandi itu”, kata Gus Ishom lagi, lalu Mukhlishin berjalan ke kamar mandi dan membuka pintu kamar mandi itu, “Airnya merah” teriak Mukhlishin. Kamipun semua melihat air yang merah di bak kamar mandi itu”.
“ya jangankan yang di gelas, kalau batu mustika merah delima ini dibuka, air dalam rumah ini semua jadi merah” kata Gus Ishom.
Lalu Gus Ishom menuangkan air yang sudah direndami mustika batu merah delima itu ke dalam tiga gelas yang masih kosong. “silakan diminum, kalau tidak mau ya tidak apa-apa kok” kata Gus Ishom kepada kami. Dengan niatan menghormati Tuan Rumah yang baik ini, kami bertiga pun meminum air yang berwarna merah tersebut. Kemudian Gus Ishom memasukkan kembali mustika batu merah delima ke dalam guci kecil itu dan memasukkan kembali ke dalam kotak serta membungkusnya kembali.
“Fin, kamu ke sini bawa silet baru” kata Gus Ishom memanggil khadamnya yang bernama Arifin, lalu Arifinpun segera menghadap. “Kamu potong rambut mas-mas ini dengan silet itu” perintah Gus Ishom kepada Arifin. “Inggih Gus”, jawab Arifin, dan arifinpun mendekat kepada kami . Satu persatu rambut kami dipotong dengan silet. Sekali tidak putus, dua kali tidak putus, dan tiga kali juga tidak putus. Cukup Menakjubkan.
“mustika batu merah delima ini, dengan izin Allah bisa membuat orang kebal senjata tajam, walaupun hanya dengan meminum airnya saja, apalagi membawanya.” kata Gus Ishom. “apa yang saya tunjukkan ini bukan untuk pamer-pamer ya, ini kita untuk melihat salah satu kekuasaan Allah atas barang ini.” Tambahnya.
Ditanya mengenai kebenaran kabar bahwa mustika batu merah delima bsa dgunakan untuk mengambil uang secara gaib, Gus Ishom tertawa “haha, bagamana ya, sebenarnya sih bisa saja orang memanfaatkan untuk hal-hal begitu, tapi semuanya tergantung orang yang memegangnya, mampu memerintahkan atau tidak, dan itu tidak mudah”. Kata Gus Ishom.
Ditanya mengenai siapa pemilik mustika batu merah delima ini, “ada, sebenarnya anda semua kenal, dia kawan seperguruan saya tapi karena tidak mau berurusan dengan begini-begini, barang ini dititipkan kepada saya”. Wallahu A’lam (AS).
Subscribe to:
Posts (Atom)